Fiqh Ibadah dan Muamalah

Seorang guru PAI, secara profesional dituntut menguasai pokok-pokok materi yang yang diajarkan kepada siswa dan mampu mengembangkannya baik untuk kepentingan guru maupun kemajuan siswa. Dalam hal ini, materi fiqih adalah salah satu materi yang harus dikuasai guru PAI, baik sebagai guidance maupun knowladge. Sebagai fungsi pertama, materi fiqih memberikan arahan dan petunjuk bagaimana seharusnya seorang muslim berperilaku baik dalam hubungan dengan Allah (ibadah) maupun berhubungan dengan sesama manusia (muamalah). Sedangkan sebagai knowladge, seorang guru harus memiliki ruh untuk senantiasa mengembangkan disiplin ilmu fiqih ini, sehingga ilmu ini selalu hidup dinamis dalam mengatasi persoalan-persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Fiqh merupakan matakuliah komponen utama dalam rumpun Matakuliah Keahlian Berkarya (MKB) pada Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Fiqh yang dimaksud adalah seperangkat pengetahuan mengenai hukum Islam meliputi ruang lingkup, karakteristik, metode ijtihad dan fiqh praktis dalam ibadah dan muamalah. Selain itu agar fungsi pengembangan fiqh juga berjalan, maka mahasiswa juga diperkenalkan dengan metodologi istimbat hukum Islam secara sederhana dengan mengambil materi-materi pokok ushul fiqih yang bersifat aplikatif, seperti al-qawaid al-Fiqhiyah dan Maqashid al-Syari’ah.

Pada matakuliah ini mahasiswa diperkenalkan kepada konsep-konsep penting mengenai ilmu fiqih dan ushul fiqih. Di dalamnya dilakukan telaah terhadap definisi ilmu fiqih dan ushul fiqih dari berbagai dimensi, perbedaan keduanya, sejarah pembentukannya dan karakteristiknya. Selanjutnya mahasiswa diperkenalkan dengan para imam madhab beserta variasi pemikirannya, dan beberapa metode istimbat yang dapat digunakan sebagai metode ijtihad.  Mengingat perkuliahan ini juga dilakukan untuk membekali guru dan penguasaan ilmu fiqih yang bersifat praktis, maka mahasiswa juga akan diajak menyelami fiqih praktis baik ibadah maupun muamalah.

Mengingat matakuliah ini berhubungan erat dengan sumber hukum Islam (al-Qur’an dan hadits) dan logika, maka mahasiswa dipersyaratkan mengusai bahasa Arab, tafsir, hadits, logika dan filsafat.

Analisis Pengembangan Kurikulum PAI

Mata kuliah ini merupakan mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester III dengan bobot 4 SKS

Metodologi Pembelajaran

Mata kuliah ini ditujukan untuk mahasiswa Prodi PAI semester 3, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam proses teaching and learning di dalam kelas.

Psikologi Pendidikan Berwawasan Al-Qur'an

Mata Kuliah Psikologi Pendidikan Berwawasan Al Qur'an merupakan mata kuliah wajibterdiri dari 2 sks tatap muka dan 1 sks pembelajaran e-learning

Tafsir al-Qur'an Hadis Pendidikan

Dalam kajian filsafat pendidikan Islam, pendekatan yang sangat ditekankan adalah apa yang disebut sebagai kajian atau telaah wahyu. Pada pendekatan ini, ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits dikaji secara filosofis dan analitis guna menemukan jawaban atas berbagai problem pendidikan.

Al-Qur’an dan Hadits sebagai dasar dan sumber hukum agama Islam diyakini mengandung nilai-nilai, prinsip-prinsip, metode dan arah pencapaian tujuan hakiki hidup manusia, yang kesemua itu dapat dijadikan sebagai landasan filosofik dan praksis pendidikan.

Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang mempersiapkan calon-calon pendidik/guru PAI memandang perlu untuk menempatkan kajian-kajian terhadap Al-Qur’an dan Hadits sebagai bagian dari kurikulum pokok dalam kerangka pendidikannya. Pertama, hal tersebut dikarenakan para mahasiswa dipersiapkan menjadi kader-kader pendidik, pelatih, dan pengembang pendidikan Islam baik pada lingkup keluarga, sekolah, bahkan pada lingkup masyarakat dan bangsanya. Kedua, kajian-kajian terhadap Al-Qur’an dan Hadits tidak hanya memberikan dampak pada aspek hardskill (penguasaan teori-teori yang berkaitan dengan ulumul Qur’an) namun juga berengaruh secara signifikan terhadap aspek soft skill mahasiswa (kepribadian dan perilakunya dalam kehidupan nyata).